h1

Maaf Rakyat Indonesia

5 Juli 2007

DPRD Maluku meminta Gubernur Maluku dan Panitia Peringatan Harganas meminta maaf kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rakyat Indonesia” Ini merupakan pernyataan sikap DPRD yang dibacakan Ketua DPRD Maluku Richard Lohanapessi, “Bagi masyarakat Maluku, Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final.” [METRONEWS Selasa, 03 Juli 2007 10:03 WIB ] berita lengkap

maafIronis satu kata yang tepat untuk menggambarkan hal itu diatas, disaat semua pejabat saling berlomba untuk meminta maaf kepada Presiden, atas kesalahan mereka kemaren pada saat Harganas, mereka seolah2 lupa kepada orang2 yang ada dibawah mereka, orang2 yang selama ini selalu terluka dengan sikap plin-plan mereka. ajaibnya lagi Gubernur Maluku berkeinginan untuk menyampaikan permohonan maaf kepada SBY dari pemerintah dan masyarakat maluku. Astaga!
Apa salah rakyat Maluku sehingga mereka harus meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah mereka perbuat, kepada bapak mereka sendiri, aneh bin ajaib. Seandainya kita mo liat atas kejadian kemaren, dimanakah letak kesalahan rakyat maluku ini? Karena lolosnya para penari cakalele? Itu kan bagiannya keamanan, trus dimanakah letak salahnya rakyat maluku ini? Aneh sekali.
Apakah rakyat Maluku tidak pernah terluka sama sekali atas sikap pemerintah yang menutup mata selama ini terhadap kondisi diMaluku? Kesampingkan dulu soal jatah pembangunan yang tidak merata di Indonesia, soal pengunsi kerusuhan yang sampai sekarang masih tetap tidak terurus, soal banyaknya banyaknya desa2 yang masih belum tersentuh pembangunan, soal RMS saja mereka baru terbelalak saat RMS menari dan menepuk dada didepan mereka, dan mengakui bahwa RMS itu ada padahal sudah menjadi sarapan tiap tahun peristiwa RMS ini di Maluku, namun tak pernah diselesaikan, mereka malah membiarkan semua masalah itu tetap menjadi komsumsi utama orang2 Maluku.
Sangat memalukan bahkan para Panglima Perang yang menangani keamanan sedikit pun tidak terlintas untuk meminta maaf kepada rakyat maluku karena atas keteledoran mereka lah rakyat maluku mendapat musibah ini!!
Bukan Rakyat Maluku yang telah melalukan kesalahan tersebut, rakyat maluku telah berusaha sekuat tenaga untuk menyukseskan acara tersebut, apakah rakyat juga turut serta dalam pengamananan dan tetek bengek acara? Orang ambon sangat gembira dengan perayaan nasional ini setelah sekian lama terperosok dalam lubang kehancuran. Soal tragedi kemaren kan kesalahan para pemimpin bangsa ini yang terus menutup mata, yang menggampangkan setiap persoalan yang terjadi di Maluku, atau bahkan di Indonesia ini.
Dengan ikhlas.

5 komentar

  1. Wakil rakyat gituloh mas….


  2. meneydihkan saja , DPRD mendorong gubernur meminta maaf atas nama masyarakat maluku atas kejadian tersebut. masyarakat maluku tidak melakukan hal yang salah dan tidak perlu meminta maaf. kita tidak bertanggung jawab atas perbuatan 28 orang tsb. terlalau berlebihan kesalahan itu harus dipikul oleh kita semua.


  3. maaf dr rakyat kepada presiden ini kan diajukan oleh DPRD kepada Gubernur Maluku. DPRD sebagi dean perwakilan rakyat, merasa apa yg dia “telurkan” dalam keputusannya itu benar2 murini dari rakyat. Sehingga seolah-oleh permintaan maaf itu bersumber dari rakyat. Memang sepintas kata maaf terlintas. Tapi ketika kata maaf diajukan sebagai sebuah aksi kolektif dari masyarakat MAluku, maka maaf ini hanyalah sebuah jalan pintas. Jalan pintas supaya banyak kebijakan-kebijkan dr para petinggi-petinggi di daerah ini terlindungi, karena posisi mereka terancam akibat insiden penari-penari liar kemarin. Namun, kembali lagi pada persoalan maaf dari rakyat. Terkadang kita terlalu sering hidup di dalam zona demokrasi, sehingga ketika ada persoalan maka demokrasi berbicara, demokratitasi diterapkan. Namun nyatanya tidak berjalan dengan mulus. Kepentingan rakyat tidak diperhatikan oleh para wakil rakyat di badan perwakilan rakyat, padahal mereka adalah utusan rakyat untuk mensejahterakan rakyat. Namun keputusan mereka malah keluar dari apa yang rakyat inginkan, mereka malah hidup senang dari uang rakyat. Ironis memang. Nah dalam hal-hal inilah demokarsi tidak digunakan!! Tapi ketika terjadi insiden, maka suara rakyat yang mereka labeli kepada sebuah keputusan yang mereka “telurkan”. Maaf buat wakil rakyat, tapi JARI TENGAH AKAN TERUS KUACUNGKAN BILA PANJANGNYA DASIMU MASIH MEWAKALI KEBOHONGANMU PADA RAKYAT!!!


  4. Maaf buat wakil rakyat, tapi JARI TENGAH AKAN TERUS KUACUNGKAN BILA PANJANGNYA DASIMU MASIH MEWAKALI KEBOHONGANMU PADA RAKYAT!!!

    😀


  5. Maaf kok cuma sebatas lisan saja…tanpa tindakan nyata



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: