h1

“kalpataru” pung tak berdaya

15 Juli 2007

feri.jpg
*Pemandangan dari dalam Teluk Ambon Baguala

Dong musti tepati janji, ka seng beta tabang pohong samua la beta bawa akang par dong supaya dong samua tau… Nanti lia, beta mo kasih pulang akang samua, supaya pemerintah pusat jua bisa buka mata
“Mereka harus menepati janji, kalau tidak saya akang tebang semua pohon dan saya berikan kepada mereka agar mereka tahu… liat saja, saya akan kembalikan “kalpataru” semuanya, agar pemerintah pusat terbuka matanya”,

Dominggus L Sinau, Penerima Kalpataru Thn. 1981

Kasus pencemaran teluk Ambon bagian dalam yang disebabkan pembangunan perumahan Bukit Lateri Indah oleh PT. MMG telah berdampak buruk bagi matinya ribuan anakan Manggrove (mange-mange) di desa Lateri yang dikembangkan oleh Dominggus Sinanu, peraih Kalpataru pada tahun 1986. Namun hingga kini, PT. MMG sebagai pihak yang bertanggungjawab penuh terhadap berbagai kerusakan ini belum juga melakukan tindakan apapun sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Om Dominggus, salah satu dari sekian banyak warga Lateri mungkin hanyalah orang kecil yang begitu peduli pada lingkungan tempatnya, dengan bersusah payah dia menanami lingkungan sekitarnya sejak tahun 70-an sampai mendapatkan Kalpataru, sebuah penghargaan yang diterimanya tahun 1981.Akan tetapi bagi dia, dan juga warga Lateri lainnya, penghargaan itu tidak mempunyai arti apa2 ketika pencemaran lingkungan merajalela di depan mereka, pencemaran yang oleh pelindung mereka didaerah ini pun hanyalah menjadi bagian kecil. Bagaimana tidak, kasus pencemaran ini tidak hanya menghilangkan mata pencaharian warga sekitar yang sebelumnya dimanfaatkan warga untuk pengelelolaan tambak ikan, laut tersebut kini telah berubah menjadi segundukan tanah merah yang tidak bisa diharapkan apa2. bahkan rumah kecil keluarga Dominggus nyaris tertutup lumpur merah tersebut.

Ungkapan kemarahan diatas adalah klimaks dari akumulasi kekecewaan seorang yang pernah menerima penghargaan lingkungan, sebegitu marahnya dia sampai2 hendak mengembalikan penghargaan yang telah diterima karena pemerintah tidak lagi memperhatikan lingkungan yang berusaha di jaga oleh rakyat kecil, mungkin ini adalah jalan terakhir saat rakyat kecil harus berhadapan dengan pengusaha yang nota bene mempunyai kekuasaan untuk mengubah kebijakan maupun menunda kebijakan pemerintah. walau kebijakan untuk membersihkan areal ini, telah dikeluarkan dari pemerintah kepada PT. MMG, namun apa mau dikata, perintah tersebut hanyalah selembar obat penenang kepada rakyat, dan bukan todongan senjata kepada PT MMG, sehingga wajar kalau PT MMG tidak pernah membersihkan wilayah tersebut sampai sekarang.

8 komentar

  1. Pencemaran lingkungan terhadap hutan manggrove di desa Lateri, merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus di perhatikan dan perlu di ambil tindakan oleh pemerintah kota untuk meminta pertanggung jawaban kepada pihak yang menciptakan pencemaran tersebut!!!! Bapak2/Ibu2 di PEMKOT, jangan cuma menutup mata dari penderitaan masyarakat kecil karena mungkin sudah di tidurkan oleh pihak yang bersangkutan, tetapi buka mata dan mengangkat masyarakat kecil dari penderitaan mereka !!! karena tidak mungkin mereka menyaji LUMPUR MERAH di dalam piring untuk di makan oleh keluarga mereka yang mana sebelumnya mereka bisa menyajikan ikan2 yang segar!!!! COBA PIKIR BAGAIMANA KALAU BAPAK2/IBU2 DI PEMKOT BERADA DI POSISI MEREKA SEKARANG????? Jadi sebaiknya ambil tindakan sekarang dan jangan tunggu sampai hutan manggrove itu lebih hancur !!!!!! karena lebih baik menghindari daripada mengobati dan apalagi kalau sudah jadi kanker pasti susah untuk di obati !!!!


  2. kepedulian manusia akang lingkungannya seakan terkikis habis di masa sekarang. rasa nyaman berdampingan dengan lingkungan yang sehat sudah hampir pupus dari bilik2\-bilik memori kita. MMG versus Bapa Sinanu. Dua pihak yang sama-sama mengusung kepentingannya masing-masing. MMG dan BAPA SINANU, dia orang yang ingin menang sendiri bagi kepentinganya. MMG di satu pihak rela mengorbankan lingkungan desa LAteri demi stabilitas lingkunagn yang dibuatnya sendiri di daerah Lateri III (perumah lateri Indah), sementara BAPA SINANU rela mengorbankan sebagain htuan lateri untuk ditanami manggrove, demi kelangsungan kembang-biak ikan dan kelangsungan hidup dari keluarganya. Kedua pihak yang sama mengusung kepentingan. Berjalan dalam kepentingan masing. Keberpihakan kita (dan juga pemerintah, PEMKOT, DLL), juga berdasar atas kepentingan masing-masing. Kita terjebak di dalam pragmatsime. NAmun jika kita lihat sikap dari pihak MMG dan BAPA SINANU, dari segi etis dan estetis, pihak yang paling perlu kita bela adalah BAPA SINANU. Perjuangannya melestarikann hutan bakau dirusak oleh tangan-tangan kejam developer yang hanya seenaknya saja mencemari hasil kerja keras BAPA SINANU selama hampir belasan tahun ini. Karan semua org pragmatis, maka saya pun memilih untuk berpihak di sebelah BAPA SINANU. Bukan ortodoksi yang kita cari dalam penyelesian masalah ini, tapi ortopraksi adalah sebauh penyelesaian yang seharusnya. Perbuatan yang benar terhadap lingkunagn, adalah tindakan yang mulia bagi seluruh entitas yang ada. WASSALAM!!


  3. Akan tetapi bagi dia, dan juga warga Lateri lainnya, penghargaan itu tidak mempunyai arti apa2 ketika pencemaran lingkungan merajalela di depan mereka,

    Ya…di negara kita penghargaan hanyalah sebatas bingkisan door prize…


  4. #eRNa

    Jadi sebaiknya ambil tindakan sekarang dan jangan tunggu sampai hutan manggrove itu lebih hancur !!!!!

    Udah hampir hancur mba’ dan Pemkot hanya mengeluarkan surat tanpa tindakan nyata untuk menyelesaikan hal tersebut.. sampai2 om Dominggus udah demo pada saat presiden datang ke ambon.. namun skr tertutup akibat kasus RMS😦

    #mdee
    yaps. melihat masalah dengan lebih jernih untuk menyelamatkan lingkungan, thanks kawan… wassalam

    #deKing
    wew.. istilah yang tepat..🙂 dibagi hanya untuk seremonial.. dan asal ada bingkisan untuk dibawa pulang
    *lama2 kita jadi gila bingkisan doang*


  5. hmmmmm….
    itu kang. pengelolaan kawasan keairan di indonesia emang payah. lha kemaren aku ngusulin, penggantian penahan tanah yg biasanya dari batu kali..trus di ganti pake tanaman menahun..eh..malah dianggap gila ama pejabat yang lain
    dasar guooblog


  6. #huzni
    waow idenya gimana tuh mas.. pake tanaman menahun emang bisa ya.. maklum belom tau saya mas.. tapi kayaknya bagus tuh mas.. tadi aku sempat dengerin ceritanya dari kang herawan juga tapi ga terlalu jelas.. wah besok nih harus kasih penjelasan ke aku nih..😀


  7. Hello my name is Tamara and I am from Holland ( The netherlands ) My grandmother is Dieka Sinanu can somebody help me to find my family in Indonesia/Ambon?

    tamarapl@hotmail.com

    Thank you


  8. Laporin aja ke Kementrian Lingkungan Hidup dan PBB!!! Mumpung Indonesia jadi tuan rumah konferensi PBB Perubahan Iklim.

    Perusahaan-perusahaan macam begini yang tidak peduli lingkungan di sekitarnya dan hanya mengejar money oriented…

    Kepada pejabat daerah juga harus tegas dalam penegakkan hukum dan jangan kira masyarakat mau dibodoh-bodohin terus!!! Selamatkan bumi kita untuk masa depan generasi Indonesia yang akan datang!!!



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: