h1

sekolah gaba-gaba*

21 Juli 2007

sekolah_3.jpg

sekolah_1.jpg

Kami hanya orang gunung
yang tidak mengerti tentang membaca apalagi menulis
yang tidak mengerti tentang buku dan pena
kami hanya mengerti ‘parang’ dan ‘lawangka’
kami hanya mengerti ‘cengke’ dan ‘kalapa’
tapi kami tau…
anak kami bukan seperti kami
mereka hanya ingin membaca dan menulis
‘parang’ dan ‘lawangka’ hanyalah penyambung hidup
maka biarkanlah kami mendirikan sekolah ini
walau hanya berdinding ‘gaba-gaba’ beratap ‘daun sagu’
tanpa papan nama, tanpa perabotan mewah..
tapi setidaknya impian sederhana mereka dapat diraih
di sekolah gaba-gaba kami yang dibangun dengan cinta
tanpa harus menunggu……..

—————————–
Poto : Sekolah Dasar Desa Ulahahan, Seram Selatan

*yang tertinggal dari perjalanan dua hari hiks๐Ÿ˜ฆ

35 komentar

  1. duduk dulu


  2. Setelah duduk, membaca dan melihat foto di atas kok malahan jadi speechless…
    Serius bingung mau berkomentar apa…
    Sepertinya sekolah itu benar2 ada hanya karena semangat untuk maju dari masyarakat…
    Mana dukunganmu wahai pemerintah…
    Wahai para generasi penerus yang ada di Seram (khususnya) dan di mana pun (pada umumnya)…
    Ingat…ilmu tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan dimensi waktu….
    Jangan biarkan keberadaan dan keadaan tempat membatasi gerak kita untuk menuntut ilmu…
    Jangan biarkan sang waktu menghambat laju kita menuntut ilmu…
    Kalian…kita semua bisa maju. SEMANGAT
    SEMANGAT….
    *Almascatie…thanx sudah membuat tulisan semacam ini*


  3. #deKing
    ya.. gambar2 diatas saya kasih ke dinas pendidikan biar dipercepat pembangunannya sih – itu pun kalo bisa – tapi setidaknya semangat dari orang tua mereka benar2 hebat..


  4. wah, sederhana sekali ya ..
    saya suka foto kedua, foto suasana di dalem kelas, pake batu2 gitu ..
    terus jangan pake alas kaki, enak deh sekalian pijat refleksi๐Ÿ˜€


  5. kelimax… (kok ga bisa jadi pertamax di sini ya…)

    terus terang, belajar itu modalnya semangat. fasilitas dan kendala itu hanya faktor kedua dan keberapa…

    semangat. belajar itu perlu semangat.


  6. #Gyani
    bukan sangat sederhana mba.. tapi alami sekali… ๐Ÿ˜€
    wah kalo pijat.. anak2 situ tiap hari jga mijat.. mba gyani boleh ikutan tuh.. mereka kan jarang pake sendal๐Ÿ˜€

    #munggur
    weh… ada rahasianya kang…
    sepakat kang munggur.. kalo ga semangat fasilitas mewah pun percuma.. hanya menghasilkan mental mewah aja


  7. salut dengan semangat belajarnya, walau hanya dengan fasilitas yang sengat terbatas


  8. Wah melihat artikel dan gambarnya saya menjadi bersemangat lagi, mosok saya yang sekolahnya lebih bagus dari mereka kalah semangat toh.:mrgreen:


  9. duh…saya pernah diajak ke sekolah tempat kakak saya mengajar,tempatnya didesa terpencil.
    wekkekk…


  10. Gimana tanggapan diknas setempat setelah melihat fto itu Mas?
    Semangat sih iya, setuju.
    Lha kalo tempat belajarnya kayak gitu kan yo kasian tho


  11. #ariwibowo
    yups…. harus semangat terus tuh.. untuk membangun minimal desanya sendiri

    #danalingga
    iya kang dana.. semangat dong eh gimana kalo kang dana selesai sekolahnya disana jadi guru disitu aja..setuju ga๐Ÿ™‚

    #NayZ
    diajak atau mo disekolahkan disana? hehehehhe

    #cakmoki
    Dinas Pendidikan hanya bisa mengusulkan saja ke Pemda, sebab itu sudah masuk dalam proyek rehabilitasi pengungsi, dan sampai sekarang yang baru direhabilitasi adalah rumah penduduk, sarana prasarana umum, sedang sekolahnya masih dalam perencanaan kayaknya…
    eh iya nanti aja deh ta posting soal kondisi puskesmas dan sarananya dipesisir situ yang sangat menggenaskan.. masuk tuh dalam dokter ndeso nya cakmoki:mrgreen:


  12. salut dengan semangat untuk tetap belajar dan bersekolah..

    two thumbs up..

    regards,


  13. #rickisaputra
    thanks..


  14. hi, liat gambarnya, bulu kuduk saya merinding…
    *speechless, bahkan bangunan sekolah SD saya 20 tahun yang lalu gak sampai seperti ini*

    makasih Bro atas postingnya…


  15. klo gitu BOS nya cuma cuap-cuap aja…
    jadi mikir sebenernya pemerintah ingin negaranya maju apa ngga yach… sepertinya ga peduli sama sekali terhadap pendidikan anak-anak.


  16. Semangat, ya boleh semangat !!!! tapi kasihan dong… itukan sekolah SD yang mana sudah mulai belajar tulis-menulis. ayo…. bayangkan bagaimana mereka bisa belajar menulis dalam kondisi seperti itu yang tidak mempunyai meja dan kursi!!!!! yang ada hanya tempat duduk dari GABA-GABA !!!!!!!!!!kalo cuman belajar membaca atau nyanyi boleh aja !!!!TAPI ANAK2 KITA YANG ADA DI PEDESAAN ITU , HARUS MENDAPAT PELAYANAN YANG SAMA SEPERTI YANG ADA DI KOTA!!!! kalo Dinas PDK, hanya bisa mengusulkan ke PEMDA dan mereka mengatakan masih dalam perencanaan, lalu kapan sih PEMDA MALUKU bertindak untuk mendirikan sekolah yang layak bagi anak2 kita di pedesaan???????? Jangan tunggu sampai dana anggaran untuk pembuatan sekolah habis di pakai seenaknya oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab!!!!!! Dan saya berpikir, dari pada dana banyak digunakan untuk acara2 tertentu di dalam KOTA AMBON yang mana untuk menunjukkan ke orang luar kalo benar2 kota Ambon itu MANISEEEE, sementara banyak saudara2 kita di pedesaan yang masih menderita karena tidak adanya sarana dan prasarana yang layak bagi mereka!! Jadi lebih baik dana tersebut sudah di gunakan untuk mendirikan sarana prasarana yang belum ada di daerah2 terpencil !!!!! Kalo memang belum bisa mendirikan bangunan sekolah, untuk sementara bangunannya dari GABA-GABA juga boleh, asalkan PEMDA bisa peduli untuk menyumbangkan meja dan kursi, serta membuat lantai yang layak gituuuu!!!!!!!
    Almascatie, boleh ngga ngirim foto2nya ke alamat email gue …(lihat aja di walang hehe….hehe…..)juga gue pingin tahu, berapa banyak sih anak2 yang bersekolah di pedesaan itu ????? dan mata pencaharian dari orang tua mereka tu apa aja ????? tolong yaaa……trims sebelumnya …….MARI KATONG SALING MEMBAHU UNTUK BANGUN TANAH MALUKU !!!!!!!


  17. ๐Ÿ™‚ waw.. semangatnya..


  18. ingat gaba2…. saya sering pake main2 dulu itu..
    ternyata bahasa nya sama untuk gaba2…:)


  19. eh nyong masih ada yah di tanah air sekolah yang pake gaba-gaba….

    tapi koq saya melihat bangunan itu terlihat kedamaian buat saya….ada semacam ketentraman di daerah yang tidak bisa kita dapatkan sekarang…
    walau tembok2 ini ada.. tetap membuat sesak nafas ini untuk mendapatkan ilmu.
    mungkin saja ilmu itu akan selalu ada di tempat2 itu… ilmu2 alam yang senantiasa akan ada…:)
    semangat…!!!


  20. ini sekolahan??? seriously??!!! wah, katanya negeri kita ini kaya raya subur makmur kerta raharja!!
    mall aja dibanyakin ya? sekolahan mah nunggu dana sisa2. kalo ada sisa, itu juga๐Ÿ˜ฆ


  21. #n0vri
    merinding kenapa kang..๐Ÿ™‚ 20 tahun lalu kalo dijawa mungkin ga ada..tapi diambon masih ada dan seakan terulang lagi jaman itu
    sama-sama kang n0vri

    #ainipoenya
    BOS ada, tapi dana itu digunakan kalo ga salah untuk pembebasan uang iuran murid [SPP]. pemerintahnya lagi banyak pikiran kayaknya๐Ÿ˜€ banyak urusan

    #eRNa

    Dari pada dana banyak digunakan untuk acara2 tertentu di dalam KOTA AMBON yang mana untuk menunjukkan ke orang luar kalo benar2 kota Ambon itu MANISEEEE, sementara banyak saudara2 kita di pedesaan yang masih menderita karena tidak adanya sarana dan prasarana yang layak bagi mereka!! Jadi lebih baik dana tersebut sudah di gunakan untuk mendirikan sarana prasarana yang belum ada di daerah2 terpencil !!!!!

    Sepakat bu, contohnya kemaren yang pas Harganas sekian kubik kayu dihabiskan sampai2 pengungsi mengemis ke Gubernur agar diberi ijin menggunakan kayu tersebut untuk membangun rumah mereka….

    kalo jumlah murid pastinya kemren aku ga sempat tanya2, kalo mata pencaharian mereka rata-rata nelayan ama petani kecil yang bener2 kecil. selain jarang kan penduduk asli yang berprofesi selain dua diatas?

    MARI KATONG SALING MEMBAHU UNTUK BANGUN TANAH MALUKU !!!!!!!

    ๐Ÿ™‚ semoga orang2 maluku semua punya pemikiran seperti ibu…
    oh iya.. maaf bu baru bisa dikirim hari ini potonya…..

    #-tikabanget-
    ya semangat dong eh tapi yang semangat yang mana nih comment diatas atau ?

    #aRuL
    -hahhahahha kenangan masa kecil ya.. iya bahasa pelepah daun sagu disana gaba2 jga kan?๐Ÿ™‚
    -kemaren sih ga, tapi skr ada lagi:mrgreen: makanya heran deh.. ga dikerjakan secara lansung tapi bertahap.. bertahapnya yang tergantung mood dari bapak2 itu..
    wew duduk didalam situ kerasa ga kaya sekolah tapi kerasa dalam rumah..malah aku berpikir kalo kondisi ini berlansung terus yang kuat adalah hubungan kekeluargaannya….
    Amin.. dan semangat!!

    #venus
    yang kaya itu kan katanya to bu tapi aslinya ga bisa ditebak. sisa nya tapi nunggu tanda tangan pejabat lagi dulu to Bu..๐Ÿ˜€


  22. satu lagi potret buram pendidikan endonesia tercinta


  23. masa kecil saya bukan di Jawa, Mas Al…
    20 tahun lalu, saya sekolah di kota kecil sekitar 37 km sebelah barat Bandar Lampung…


  24. #Kangguru
    turut berduka

    #n0vri
    ouch, sorry mas n0vri,๐Ÿ™‚ maaf ga tau.. kalo dulu pas aku SD sekolahku hampir kaya gitu sih..๐Ÿ™‚ tapi cuman 2 taon kalo ga salah trus direnov


  25. terkutuklah kalau masih ada para pejabat yang makan dana buat pendidikan!


  26. hiks jd sedih, ternyata kehidupan sosial di indonesia sangat ga sebanding ya antara yg hidup di kota ama di pedalaman. bagai langit dan bumi.
    Tapi keren euy..tetep semangat sekolahhh..biar jd pinterrrrr….


  27. ”terkutuklah kalau masih ada para pejabat yang makan dana buat pendidikan”

    Memang masih banyak kok orang- orang terkutuk di zaman ini, karena praktek tersebut memang masih terjadi. di daerah saya adalah penghasil tambang dan kayu yang besar, akan tetapi rakyat kecil, anak- anak mereka, masih kesulitan bahkan ada yang tidak bisa sekolah.. belum lagi akses menuju kota dari desa, jalan misalnya, ngga yang beres. tapi begitulah negara ini, dan apa yang seharusnya kita lakukan adalah jangan biarkan kebodohan bersarang di negeri ini. mari kita buka mata, dan ulurkan bantuan, jangan tunggu subsidi jangan tunggu komfensasi.. apalagi dana utang.


  28. #antobilang
    sepakat mas, mereka masih mampu memakan keringat rakyat yang tinggal satu tetes..

    #novie
    itulah indonesia, nov

    #bindrang
    dan masih banyak jga orang2 yang akan menjadi musuh mereka. iya mas.. karena tanah dan bumi milik negara dan bukan milik rakyat, so seperti inilah indonesia, sepakat mas utnuk memerangi kebodohan di negara ini.
    karena ga nunggu subsidi dan dana utang maka sekolah gaba2 ini lahir:mrgreen:


  29. wah sekolahnya alami sekali cak almascatie..

    diluar kelas ada banyak pohon kelapa, dinding kelas terbuat dari kayu dengan ventilasi optimal, lantai kelas terbuat dari batu putih yang enak dipandang dan enak buta pijakan plus pijet, hehe… *ironis ya*

    mungkin bangunannya sederhana, tapi yang penting adalah semangatnya… semoga murid2nya kelak jadi orang pinter yang bisa memajukan negeri ini๐Ÿ˜€


  30. yang penting tetap semangat ya, jangan menyerah, masih banyak juga yang bahkan tidak punya kesempatan untuk bersekolah..


  31. ya ampiuun sekolah kok kayak gitu??? ga ada meja? apa itu mejanya jadi muridnya lesehan??๐Ÿ˜•


  32. Wah, baru ada kesempatan masuk blog mu setelah sekian lama nggak kesampaian karena berbagai halaman.
    Gila postinganmu yang ini keren abis bok…
    Aku suka banget…
    Menyentuh…
    Memangnya letak sekolahan nya dimana sie?
    Primitif amat?
    Memang puisi itu kamu yang buat atau nyadur ya?
    Keren abis..
    Andai saja SBY yang baca, langsung tertusuk deh hatinya ngebaca postinganmu yang satu ini.๐Ÿ™‚

    ~ evelynpy
    http://evelynpy.wordpress.com/


  33. #macanang
    ironis mungkin tapi yang lain ga jga, sebab seperti kata mas sendiri kan.. semangatnya itu lho yang harus tetap ada hehehe

    #angker
    hmm semangat sekolah walau digubuk reyot kan. asal ketinggalan aja sama yang lain๐Ÿ˜€

    #cK
    ga lesehan chika, tapi duduk dikursi tuh.. itu kursi ga pake meja, semacam kursi santai di terasnya orang2 jawa atau betawi gitu..

    #velyn pratiwi yusuf
    wew.. iya sibuk jadi ketupat ya heheheh
    waduh dirimu yg liat potonya aja tersentuh gimana kua yang moto ya๐Ÿ˜€ tapi ga sih melihat sekolah itu seperti melihat sebuah keluarga adem, ga sumpek, walau dalam keterbatasan…
    – Letak sekolahnya kan ada tuh dibawah tulisan puisi…
    – wiks puisi ngawur asal jalan aja to mba.. yang penting rada nyambung sama potonya๐Ÿ˜€

    astaga.. nanti ta kirim dah ke sby.. ngerti ga ya emailnya SBY๐Ÿ™‚


  34. gile bener…. pemerintah seharusnya buka mata lebar2 ngeliat yg beginian. atau memang mereka semua pura2 buta ?


  35. #telmark
    yang jelas bukan buta pak.. tapi harus ‘antri’!
    entah antri dengan siapa… palingan antri dengan kantong2 celana yg kosong juga :mrgreen:



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: