h1

Diproteksi: this is emerald!!

2 Mei 2008

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


h1

welkams bek

23 April 2008

SUMPAH PATTIMURA MUDA


Demi asin lautan yang menghitamkan kulit ari
Kesetiaan adalah bahasa lumba-lumba yang mestinya di mengerti sebagai cinta
Nasib anak negeri yang hanya bertengger sebagai janji
Telah menjelma bisa pari sejak hati terlukai

Kami bukan ikan-ikan mati yang bisa dilempar sebagai tumbal negara ini
Demi kesetiaan berpuluh tahun yang hanya menorehkan luka
Anak-anak hitam, bau bia, bau laut kini memanen kata merdeka
Sekali berucap lawamena selebihnya parang dan salawaku akan berkibar

Bahasa perlawanan sejak Nuku hingga Pattimura adalah bahasa kesetiaan
Kepada negeri airmata dan darah tertumpah sesungguhnya karena cinta

Tetapi Jakarta…
Tetapi Jakarta telah menarik balik pabrik gula di Laimo
Jakarta telah mengambil stasiun oceanologi dan menaruhnya di Bali
Jakarta telah membiarkan kami sejak 19 Januari 1999 tanpa hati

Lalu kesetiaan macam apalagi yang harus kami beri
Untuk hanya sekadar jadi petinju dan penyanyi di jantung negeri
Bukankah Soekarno bilang tanpa kami Indonesia tak jadi apa-apa
Seribu ton kopra yang kami bawa ke istana dimana kini harganya?

Maka demi asin lautan yang mengeritingkan rambut kami
Sumpah Pattimura muda telah kami ikrarkan di seluruh pelosok negeri
Biar peluru menembus kulit kami tetap menerjang
Meminta keadilan sebagai harga atas nasib anak negeri

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Selamat Datangm Bro, sista,

Selamat berjumpa kembali wahai para penghuni dunia maya

Hanya segelas kopi yang menemani pertemuan kita lagi

tanpa bertele-tele hanya ingin bertanya

gimana kabarmu wahai para guru

sehatkah saudaraku semuanya ?

:lol:

*masih puyeng2 ketinggalan mesin waktu dunia cyber*

*bingun liat dasbor WP yang ajaib*

:shock:

yah pokoknya welkam bek buat daku sendiri dah….

h1

Hanya Dermaga Tempat Bersandar

18 Maret 2008

Tak ada yang lebih pantas dilakukan selain bersabar
Ketika jangkar terangkat dan perahu harus berlayar
Jarak tempuh adalah kurva waktu yang sudah diukur
Melengkung di keningmu sebagai nasib yang kian uzur

Sementara angin semakin garang menggunting layar
Kau terus saja menghitung kenangan sebagai upah yang harus ku bayar
Mengorek-ngorek masa lalu dengan cakar burung nazar
Seolah masa depan adalah luka tanpa penawar

Apakah yang bisa ditilik sebagai kabar
Ketika jangkar terangkat dan perahu harus berlayar
Kenangan yang hilang adalah takdir setiap pelayar
Jejak seluruh umur hanya dermaga tempat bersandar

#Dino U#

h1

Pardidu : Seram & Buru

12 Maret 2008

Pulau Buru, pulau pembuangan Tapol dan Napol para mantan -yang katanya- PKI dengan sejuta misteri politik dan keindahan sekaligus geliat arus bawah yang ingin menonjok ke langit, pulau dengan gunung2 yang penuh dengan kayu putih meneteskan rupiah dan juga membawa kapital-kapital masuk menambah deretan kemiskinan.

Warning! Potonya banyak banget tapi lebih banyak narsisme yang bertebaran maap kalo bikin ngos-ngosan pakir benwit seperti sayah..
Pardidu Lage

h1

Pardidu* in Ambon

3 Maret 2008

amboine.jpg
sebenernya banyak pemandangan bagus dan tangan sayah sudah gatal pengen berhenti untuk klak-klik dikit tapi karena emang ga ada rencana mbuat motret2 selain hanya sekedar jalan2 makan kelapa muda setelah itu pulang jadi yah akhernya dapat dikit doang.. *uh semoga laen kale bisa santai dan motret sepuasnya*
Maap bagi sesam Pakir Benwit

h1

100 Passs!!!

26 Februari 2008
100.jpg
h1

Upulatu dan Sebait Kisah Tragis

24 Februari 2008

Upulatu dan Inalatu biasa kedua kata itu bersanding, mengucapkan keduanya seakan-akan kita terbawa oleh aura kemagisan dari dua kata sakral tersebut, tidak saja bermakna sebagai pemimpin tertinggi dalam jabatan adat di tanah rempah-rempah ini, upulatu adalah pemimpin diatas para raja yang bertahta dalam pranata sosial paling rendah dalam sebuah kesatuan sosial masyarakat atau desa, upulatu bahkan kadang menjadi takdir bagi mereka2 tidak hanya memiliki kearifan, kebijaksanaan, kepemimpinan namun lebih dari itu, upulatu bersanding sebagai penerjemah bahasa tuhan kepada para ummatnya. Upulatu menjadi sebuah jabatan turun temurun dalam sebuah kerajaan yang masih berada pada tingkat feodal dimana kepimpinan tidak hanya berada pada kekuasaan uang semata, tapi lebih dari pada tingkat kewibawaan, kearifan dan kebijaksanaan menjadi aura pada seseorang yang membuat orang lain tunduk, terikat sekaligus menggantungkan harapan mereka pada seseorang.

Tulisan Iseng Minggu Siang Panas Terang Benderang

h1

Test…Test…..

19 Februari 2008
h1

….

15 Februari 2008
 _jalan_kaki_.jpg
detik-detik terakhir
torang dua baku sayang
sadiki lei torang dua
mo baku pisah…
cuma kita seng inga
jangan sampe ngana balaen
tunggu kita mo pulang
mo dateng ambe
polo pa kita sayang
ciom pa kita sayang
ini yang terakhir torang dua baku dapa
bukang untuk mo bapisah
- “Polo Pa Kita” NN Menado Song-
h1

Setengah Tiang

29 Januari 2008